Home » Bisnis » Jual Ikan Koi Turun Kemarau Panjang

Jual Ikan Koi Turun Kemarau Panjang

Jual Ikan Koi Turun Kemarau Panjang

Jual Ikan Koi Turun Kemarau Panjang

Kemarau yang mulasi terasa pada bulan ini menyebabkan beberapa kawasan di Kabupaten Tulungagung mengalami kekeringan. Seperti di Desa Banyuurip, Kecamatan Jual Ikan Koi Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Salah satu telaga yakni Telaga Mbaran, mengalami kekering. Bahkan, tidak sedikitpun air yang tersisa di telaga dengan luas sekitar dua hektar itu. Akibatnya, warga desa setempat beralih menggunakan air pipanisasi dari kawasan Dusun Kedungdowo, Desa Sukorejo Kulon, Kecamatan Kalidawir yang masih terdapat sumber air. Kondisi ini membuat Jual Ikan Koi ikut mengalami penurunan harga hingga yang sangat menghiraukan semua warga yang bisa saja tidak bisa dihiraukan oleh warga.

Minah, warga setempat mengaku sudah kali Jual Ikan Koi kedua telaga Mbaran kering. Pada musim kemarau dua tahun sebelumnya, air di telaga masih ada meski tak lagi bisa digunakan. “Mungkin kemarau lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, hutan di sekitar telaga tandus sehingga cadangan air tidak ada,” ungkapnya.  Wanita 46 tahun itu mengatakan, telaga Mbaran merupakan salah satu sumber air warga di dua desa, yakni Banyuurip dan Joho. Air dari telaga jernih sehingga bisa digunakan untuk konsumsi. Selain itu, banyak ikan dan udang hidup Jual Ikan Koi di telaga tersebut. Namun, saat ini, telaga jauh berbeda. Seluruh area kering hingga tanah dasar telaga mengalami retak. “Saat air telaga ini penuh, banyak yang mancing ikan. Paling banyak itu udang,” katanya sambil menunjuk ke arah telaga.

Saat ini, kondisi telaga Mbaran layaknya lapangan. Hal itu dimanfaatkan warga dan anak-anak sebagai arena bermain seperti sepak bola, voli, dan layang-layang. “Karena kering, akhirnya Jual Ikan Koi dipakai olahraga sepakbola. Biasanya telaga akan kembali penuh air saat musim penghujan tiba,” jelas Minah. Untuk kebutuhan air, warga mengunakan pipanisasi dari Dusun Kedungdowo. Meski menggunakan pipa, bukan berarti kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari teratasi. Pasalnya, air pipa kerap mampet. Selain Kedungdowo, ada pipanisasi dari Kecamatan Boyolangu. “Infonya, Jual Ikan Koi air ini digilir dengan lokasi lain, makanya sering mampet. Kalau dipikir tentu lebih enak pakai air telaga tapi karena kering, akhirnya pasrah,” ungkap Winarno warga setempat.

Dia melanjutkan, untuk kebutuhan air selain konsumsi, warga memanfaatkan telaga lain tak jauh dari telaga Mbaran. “Airnya keruh, paling hanya dipakai memandikan ternak dan mencuci pakaian,” ujar pria berkumis itu. Sehingga semuanya harus bertahan dengan kondisi ini agar masyarakat bisa hidup lebih hemat untuk tidak mengikuti tren yang saat iuni sedang terjadi melanda semuanya bisa saja tidak mungkin bisa diketahui oleh semua weargayang bisa saja tidak tahu dengan kondisi ini sehinga semuanya harus dibuat sabar saja.

Leave a Reply