Home » Berkebun » Produksi Kelapa Sawit Bisa Meningkat Dua Kali Lipat dengan Replanting

Produksi Kelapa Sawit Bisa Meningkat Dua Kali Lipat dengan Replanting

Produksi Kelapa Sawit Bisa Meningkat Dua Kali Lipat dengan Replanting

Pemerintah membidik peremajaan kelapa sawit rakyat dapat tingkatkan produksi CPO sampai 60 juta ton tiap-tiap th..

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebutkan kalau sebagian besar perkebunan sawit rakyat atau plasa di Indonesia alami penurunan produktifitas karena sudah berumur diatas 30 th. hingga peremajaan sawit mutlak dibutuhkan.

Namun, tuturnya, sebagai masalah peremajaan kelapa sawit untuk perkebunan rakyat ada ketersediaan bibit yang baik hingga replanting kelapa sawit indonesia pascaperemajaan dapat menggenjot produksi CPO.

“Kalau bibit bermasalah semuanya akhirnya bermasalah. Umpamanya ada yang ambil bibit dibawah pohon segera ditanam, ” katanya di sela aktivitas peremajaan kelapa sawit rakyat.

Amran meneruskan, berdasar pada data Kementerian Pertanian, sekarang ini rata-rata produksi sawit pada perkebunan plasma menjangkau 2-3 juta ton per haktare, sesaat produksi sawit rata-rata dengan nasional menjangkau 4, 1 juta ton serta ada perkebunan berbasiskan korporasi yang dapat hasilkan 9, 1 juta ton perhaktare.

Karenanya, lanjut Amran, bila semua perkebunan plasma lakukan peremajaan kembali kelapa sawit, jadi produksi CPO nasional dapat terkerek naik dari rata-rata 32 juta ton pertahun jadi 50-60 juta ton tiap-tiap th..

“Ini mengagumkan jadi kita konsentrasi pada intensifikasi Th. ini lewat APBN ada dana Rp2, 4 triliun untuk membagi bibit tanaman produktif dengan gratis. Th. depan juga akan dinaikkan jadi Rp2, 7 triliun, ” katanya.

Berdasar pada data pemerintah, luas replanting kelapa sawit indonesia dengan nasional menjangkau 11, 9 juta hektare. Paling tidak 4, 6 juta hektare atau 41% dari 11, 9 juta lahan itu adalah perkebunan kelapa sawit rakyat serta dikelola oleh 2, 5 juta keluarga.

Beragam masalah yang melingkupi perkebunan plasa selama ini mencakup produktifitas yang alami penurunan karena replanting kelapa sawit indonesia sudah berumur lebih dari 25 th., bibit yg tidak berkwalitas, dan pengelolaan kebun yg tidak penuhi standard.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan pemerintah memprogramkan peremajaan kelapa sawit rakyat sebesar 2, 4 juta hektare yang dananya datang dari Tubuh Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit sebesar Rp25 juta perhaktare.

Dana itu, lanjutnya, dipakai untuk persiapan peremajaan seperti pembelian benih berkwalitas, menebang pohon yang telah tua serta bersihkan lahan dan penanaman. Diluar itu, pemerintah akan menggelontorkan dana credit usaha rakyat (KUR) spesial peremajaan kelapa sawit untuk menolong petani penuhi cost hidup sepanjang tanaman diremajakan serta belum juga produktif atau sampai berumur lima th..

“Dana KUR ini sifatnya bulanan sebesar Rp1 juta atau Rp1, 5 juta untuk cost hidup. Petani yang memperoleh KUR luas kebunnya maksimum 4 haktare. Sesudah tanaman berproduksi diinginkan beberapa petani dapat melunasi utang KUR, ” kata Darmin.

Darmin mengatakan perusahaan pemrosesan sawit juga di ajak bekerja bersama terkecuali juga akan bertugas beli sawit produksi rakyat. Perusahaan itu juga nanti juga akan melakukan tindakan jadi penjamin dari utang KUR yang disalurkan pada petani sawit.

Leave a Reply