Home » Wisata » Terbentuknya Susunan Batu Granit di Belitung

Terbentuknya Susunan Batu Granit di Belitung

Batu Granit di Belitung

Batu Granit di Belitung

Terbentuknya Susunan Batu Granit di Belitung , Tentang kajian mengenai asal mula terbentuknya susuan batu granit yang ada di Belitung di tulis oleh Ketua Program Studi Teknik Geologi ITB yakni Budi Brahmantyo. Bahkan tulisan itu juga sempat termuat dalam sebuah blok beralamat http://blog.fitb.itb.ac.id. Pada tulisan tersebut memuat kalimat bahwa batu granit yang ada di Pulau Belitung sebenarnya merupakan bagian dari batuan dasar Indonesia barat yang di sebut dengan nama Batolit.

Sebenarnya bebatuan granit tersebut bukan hanya ada di Bangka Belitung tetapi juga muncul di Kepulauan Riau hingga semenanjung Malaysia. Berdasarkan informasi dari Bangka Pos pada 25 Mei 2018, artikel yang dimuat pada tanggal 29 November 2013 menyebutkan bahwa kala itu usia batu granit sudah mencapai 65 – 200 juta tahun lalu. So, sudah bisa di simpulkan sendiri sampai dengan 2018 ini ada penambahan berapa tahun masa batu granit tersebut ada.

Pesebaran mengenai batu tersebut bahkan sudah di petakan sejak tahun 1995 oleh Baharuddin dan Sidarto.

“Batuan ini merupakan hasil pembekuan magma yang bersifat asam, yaitu dengan kandungan silika yang tinggi lebih dari 65%. Dari peta geologi terlihat bahwa granit tertua berumur Trias (Triassic) tersebar di Belitung bagian barat laut, termasuk di Pantai Tanjung Tinggi, Pulau Kepayang dan Pulau Lengkuas,” tulis Budi kala itu.

Sementara berdasarkan penyelidikan oleh Priem et al 1975 menyampaikan bahwa umur absolute batu granit di Belitung bagian barat laut mencapai 208-245 juta tahun yang termasuk ke dalam Zaman Trias. Selanjutnya Budi kembali memaparkan asal usul dari kemunculan granit ke permukaan. Awalnya terjadi dari sebuah pembekuan granit yang ada di bawah permukaan bumi pada kedalaman puluhan kilometer.

Pembekuan ini kemudian di golongkan sebagai batuan beku dalam yang membentuk Batolit. Semua bebatuan itu mengalami proses tektonik  berupa pengangkatan, namun tidak sedikit lainnya mengalami pematahan hingga peretakan. Akibatnya, batu granit yang tadinya berasal dari bawah permukaan bumi muncul ke permukaan. Pada waktu tubuh batu granit mengalami retak, maka proses pelapukan dan erosi atau abrasi pengikisannya terjadi. Kurang lebih selama ribuan tahun proses pelapukan dan erosi itu terjadi lamanya.

baca juga Inilah 8 Alasan Mengapa Kamu Harus Mengunjungi Belitung

 

Leave a Reply